[Fanfic] I Will

Standard

Author: Nisha_bacon627

Pairing: Sehun & Luhan

Genre: Romance/Angst

Oh Sehun…

Setiap mendengar namamu yang kurasakan hanya jantungku yang berdetak beberapa kali lipat dari biasanya.

Namamu, nama yang indah –bagiku.

Nama yang bagaikan hipnotis.

Ya, hipnotis untuk selalu menyebutmu dan mengingatmu setiap helaan nafasku.

***

Hannie Hyung~

Hannie?

Aku suka nama itu.

Nama yang kau berikan untukku.

Aneh memang pertama kali aku mendengarnya, tapi sangat indah setelah kau yang menyebutkannya.

***

Kau sama denganku.

Sadarkah kau kita memiliki banyak kesamaan hm?!

Kau mau tahu?

Kita cute…

Hahaha… narsis memang, tapi itu kenyataanya.

Kita juga mempunyai banyak hobi yang sama bukan?

Tapi yang terpenting bagiku, kita yang sama-sama saling mencintai.

***

Aku rindu saat bersamamu.

Apa kau ingat kita selalu melihat bintang dan bernyanyi bersama?

Momen-momen itu adalah hal terindah dalam hidupku.

Tapi yang terindah, saat dimana kau menidurkanku dalam pelukan hangatmu.

***

Aku selalu buta karenamu.

Tak tahu kemana arah cintamu akan membawaku.

Aku memaafkanmu dengan begitu mudah, tak berpikir sebesar apa salahmu.

Aku menyukaimu, segala hal –kekurangan ataupun kelebihanmu.

Dan yang paling membuatku buta adalah kenapa aku harus mencintaimu.

***

Sungguh aku berterimakasih pada Tuhan yang telah mempertemukanku denganmu.

Aku berterimakasih pada takdir yang menyatukan kita.

                          Dan aku berterimakasih padamu karena telah membuatku mencintaimu.

***

Seorang lelaki yang sedang berdiri tepat di samping jendela sambil memandangi sebuah surat yang ada dalam genggamannya dengan pandangan kosong. Ya, kosong seperti hatinya saat ini.

Pandangannya beralih menatap langit biru yang terbentang luas di atas sana dan berharap dapat melihat senyum seseorang yang dirindukannya disana.

“Aku merindukanmu Hannie.” Lama ia terdiam setelah itu, kemudian bibirnya terangkat membentuk sebuah senyum tipis yang membuat wajah itu terlihat lebih cerah dari sebelumnya.

Kalimat terakhir yang diucapkan kekasihnya itu kembali terngiang jelas ditelinganya, ‘Kau harus selalu tersenyum. Mau berjanji padaku kan?’

Disaat kekasihnya itu meregang nyawa karena penyakit yang dideritanya, ia masih saja sempat meminta dirinya untuk selalu tersenyum. Dan itu artinya ia tak boleh sedih dan terpuruk terus-tersan seperti ini. Walau perasaan kehilangan itu terus membekas, ia tak mau kekasihnya kecewa padanya di alam sana. Lagipula, janji harus ditepati bukan?

“Yeah…Aku akan terus tersenyum untukmu Hannie.”

END

______________________________

Hahahha… mian ficlet ini aje banget >.<

Soalnya admin buat cuma karena bosan ama pelajaran biologi =___-” *nggk pantes dicontoh*

…….

Akhir kata
.
.
Love = Comment ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s